Supaya Awet, Rawat AC Sentral VRF dengan 6 Langkah Ini!

Menawarkan fleksibilitas dan kemudahan pemakaian, AC sentral LG berhasil mengundang atensi publik yang mencari pendingin ruangan canggih dengan harga terjangkau. VRF atau variable refrigerant flow memungkinkan pengguna mengatur sendiri suhu yang dibutuhkan sesuai luas dan kapasitas ruangan.



Di sisi lain, AC dengan sistem VRF ini membutuhkan perawatan berkala agar pemakaiannya tahan lama. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk menjaga performa pendingin ruangan tersebut, di antaranya.


  1. Rutin cek suhu panas AC

Ketika temperatur udara di luar ruangan mengalami penurunan, kapasitas pemanasan dalam sistem VRF ikut berkurang juga. Untuk menghindari masalah tersebut, pastikan Anda memeriksa beban pemanas dan ukur sistem pengaturan suhunya. Jika memungkinkan, sediakan pula sumber panas tambahan untuk perangkat AC tersebut.


2.             Aktifkan mode pencairan (defrost)

Ketika mode pemanasan diaktifkan, peluang penumpukan embun beku pada sistem pemanas turut meningkat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, unit biasanya akan masuk ke mode pencairan atau defrosting dengan berganti ke opsi pendinginan. Untuk itu, aktifkanlah mode defrost, di mana saat mode defrost ini berjalan, maka tak akan ada suhu panas yang tersedia.


3.             Pemasangan untuk unit luar ruangan

Pemasangan unit di luar ruangan juga tak boleh luput dari perhatian Anda. Tempatkan komponen tersebut di atas dudukan atau penyangga pada ketinggian tertentu. Pastikan unit tersebut tak langsung menyentuh tanah atau permukaan yang tak datar. Langkah ini bertujuan untuk mencegah pergeseran atau kerusakan komponen.


4.             Atur pengendalian terintegrasi

Teknologi terbaru yang dipasangkan pada AC sentral VRF pun akan membuat Anda lebih mudah saat mengaplikasikan pengendalian terintegrasi. Dengan pengaturan tersebut, Anda bisa melakukan optimasi terhadap efisiensi sistem tanpa harus melakukan pemrograman tambahan. Alasan ini pula yang membuat sistem VRF bersahabat untuk pemula yang baru menggunakan AC.


5.             Isolasi terhadap pendingin ruangan

Rata-rata suhu maksimal dalam pengoperasian pemipaan untuk sistem VRF dapat mencapai 200oF (sekitar 93oC) atau 248oF (sekitar 120oC). Suhu tersebut, bersama ukuran pipa refrigeran, menentukan ketebalan dan syarat yang diperlukan untuk tahap isolasi. EPDM (tipe karet sintetis) biasanya dipilih untuk perangkat ini karena bisa menjaga penghalang pada sel tertutup secara maksimal.


6.             Instalasi dan desain pemipaan refrigerant

Pelonggaran terhadap jaringan pipa tembaga perlu dilakukan untuk mengantisipasi efek samping yang terjadi akibat suhu ekstrem pada sistem VRF. Kemudian, untuk mengimbanginya, tambahkan ekspansi loop atau perangkat termal sejenis. Pastikan untuk tidak mengabaikan hal ini karena akan meningkatkan peluang kebocoran pada cabang sambungan maupun komponen lain dalam mesin pendingin.

Itu dia beberapa tips yang bisa diterapkan agar AC VRF tetap terjaga keawetannya. Nah, jika pemeliharaannya dirasa sulit, Anda bisa meminta bantuan dari teknisi profesional.



 

Post a Comment

0 Comments